Header Ads

Misteri Batu Mirip Wajah Manusia & Boleh Menangis

loading...
Warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, dihebohkan dengan sebuah batu berbentuk wajah manusia. Warga di sekitar lokasi mengaku kerap mendengar suara tangisan dari batu tersebut. Air juga keluar dari celah batu yang mirip dengan wajah anak kecil itu.




Tak seorang pun warga yang mengetahui misteri benda yang dinamakan batu menangis tersebut.

Jumhur, warga sekitar, Khamis (11/10/2012), mengatakan, benda tersebut merupakan satu daripada beratus-ratus batu yang terlempar dalam letusan Gunung Guntur pada 1980-an.


Batu tersebut terletak di Kampung / Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, atau hanya puluhan meter dari tarikan mandian air panas Cipanas.

Bila dilihat dari jarak satu meter akan terlihat jelas bahawa batu besar yang berada di tengah lahan bekas situ itu sangat menyerupai wajah anak kecil.


Batu menyerupai wajah bayi itu mampu menunjukkan sama ada ekspresi sedih atau ceria dan penduduk di sekitar lokasi mengaku kerap mendengar suara tangisan dari batu tersebut. Air juga dikatakan keluar dari celah batu yang mirip dengan wajah anak kecil itu.

Pengunjung melihat bongkah batu yang menyerupai wajah bayi di Garut, Jawa Barat, baru-baru ini.

''Beberapa kali saya mengambil gambarnya, batu itu berubah-ubah sama ada menunjukkan wajah bayi yang sedang kesedihan atau ceria,'' katanya kepada detikNews.

Menurut penduduk setempat, Ny. Atin, 35, terdapat beberapa lagi bongkah batu di dalam kolam yang telah kering itu.

''Rumah saya hanya 50 meter dari kolam itu. Jadi, saya dapat melihat dengan jelas batu itu menyerupai wajah seorang bayi,'' katanya.

Celah kecil di batu tersebut membentuk kedua-dua mata, hidung, dan mulut. Terlihat juga ekspresi wajah yang menunjukkan kesedihan.

Sebelumnya, batu tersebut terendam air di situ. Namun, apabila air kering dan situ berubah menjadi lahan pertanian, baru terlihat jelas persamaan batu itu dengan wajah manusia.

Penduduk di sekitar lokasi mengaku kerap mendengar suara tangisan dari batu tersebut. Air juga keluar dari celah batu yang mirip dengan wajah anak kecil itu.

Menurut saksi Jumhur yang juga penduduk di situ,Suara tangisan biasanya kedengaran pada malam jumaat sahaja.



Jumhur dan warga yang lain berharap batu tersebut tidak dipindahkan sehingga boleh menjadi tarikan.


Loading...

Tiada ulasan

jerit kat sini

Dikuasakan oleh Blogger.