Header Ads

Mari Menari Bersama Mayat!!

loading...
Festival Menari Dengan Mayat - Setiap negara tentunya memiliki budaya dan tradisi yang berbeda. Tradisi nenek moyang yang ada hingga kini masih saja berlaku di wilayah tertentu. Ada sebuah tradisi yang dianggap aneh dan unik di Madagaskar. Tradisi itu adalah Famadihana yang merupakan tradisi penguburan orang Malagasi di Madagaskar. Orang-orang akan membawa mayat nenek moyang mereka dengan mengganti kain kafan yang baru untuk dikuburkan kembali, kemudian mereka menari dengan mayat-mayat di sekitar kubur dengan diiringi alunan muzik.



Kebiasaan Festival Famadihana sudah dilakukan sejak abad ketujuh belas hingga sekarang. Famadihana dipercaya orang sekitar dan memiliki keyakinan bahwa roh-roh orang mati akhirnya akan bergabung dengan dunia para leluhur setelah posisi tubuh yang lengkap dan upacara yang tepat yang biasanya akan memakan waktu hingga bertahun-tahun. 


Di Madagaskar, kebiasaan ini sudah menjadi ritual rutin yang biasanya dilakukan setiap tujuh tahun sekali. Untuk menggelar upacara seperti ini, diperlukan kos yang sangat besar kerana harus menyediakan makanan bagi sejumlah keluarga besar dan tetamu.



Famadihana adalah salah satu festival yang paling populer di Madagaskar. Ini adalah festival tradisional dan dirayakan di daerah kota dan desa di negara ini, meskipun sangat populer di kalangan masyarakat suku. The Famadihana juga diadakan untuk memberikan penghormatan kepada orang mati melalui pemindahan tulang ke tempat tinggal kuburan baru. 

Keluarga razana menghemat dana sepanjang tahun untuk merayakan festival. Makam pemakaman yang dibangun dengan hati-hati banyak dan dianggap untuk bertindak sebagai penghubung antara orang mati dan hidup. Kerabat dari gaun mati diri dengan baik dan pergi ke kubur untuk melihat sisa-sisa mendiang. Saudara, teman dan yang dekat dan yang lain diundang untuk acara tersebut. Acara ini diselenggarakan  setiap 2 sampai 7 tahun.


Festival ini juga terdiri dari pengorbanan hewan dan berbagai bentuk perayaan tradisional. Daging binatang dibunuh lalu diagihkan di antara kerabat dan teman-teman. Ada lagu tradisional dan pertunjukan tarian yang dilakukan oleh anggota keluarga (orang mati). 

Motif utama di balik festival berasal dari kepercayaan masyarakat  yang mati kembali kepada tuhan dan dilahirkan kembali. orang mati adalah sangat dihormati di masyarakat setempat kerana mereka dianggap berkaitan langsung dengan tuhan.










Loading...

6 ulasan:

jerit kat sini

Dikuasakan oleh Blogger.